Jumat, 19 September 2014

memperkaya Hasanah



Khasanah 1

Sebentar Lagi Seorang Penghuni Surga Akan Masuk!



Dari Anas Bin Malik, suatu ketika Rasulullah saw. duduk di Masjid Nabawi dan

berbincang-bincang dengan para sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda,

 “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari!”

Semua mata pun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para sahabat pun membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga, penghuni surga.” Demikian gumam mereka.



Beberapa saat kemudian, masuklah seorang pria dengan air wudhu yang masih

membasahi wajahnya. Apakah gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat

jaminan surga? Tidak seorang pun yang berani bertanya, walau semua sahabat  merindukan jawabannya.



Keesokan harinya, peristiwa semula terulang kembali. Bahkan, pada hari ketiga pun

terjadi hal yang demikian.

‘Abdullah, putra Gubernur Pertama di Mesir: ‘Amr bin al-‘Ash, tidak tahan lagi,

meski ia tidak berani dan khawatir mendapat jawaban yang tidak memuaskannya. Maka, timbullah suatu ide dalam benaknya. Dia pun mendatangi si penghuni surga sambil berkata,

 “Wahai saudaraku! Telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orang tuaku. Karenaitu, dapatkah aku menumpang di rumahmu selama tiga hari?”

“Tentu, tentu,” jawab si penghuni surga yang ternyata seorang Anṡar bernama

Sa’ad bin ‘Amr bin al-‘Ash. Setelah memperhatikan, mencermati, bahkan mengintip si penghuni surga, ternyata, tak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada ṡalatmalam, tidak ada pula puasa sunah. Ia bahkan tidur dengan nyenyak hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang

sesekali ia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.



Pada siang hari, si penghuni surga berkerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang yang ke pasar.
“Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya,” demikian gumam ’Abdullah bin ‘Amr.



“Apa yang engkau lihat, itulah saya!” jawab si penghuni surga.

Dengan rasa kecewa, ‘Abdullah bin ‘Amr bermaksud kembali ke rumah, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh sang penghuni surga seraya berkata, “Apa yang engkau lihat, itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, saya tidak pernah merasa iri

terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Swt. Tidak pernah pula saya berdusta dalam melakukan segala kegiatan saya!” (HR. Ahmad)

(Diambil dari: Mutiara Akhlak Rasulullah saw. Ahmad Rofi’ Usmani)

 Khasanah 2
 

Al-Qur'an Sebagai Pembela Di Hari Akhirat

Abu Umamah r.a. berkata: "Rasulullah saw. telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari al-Qur'an, setelah itu Rasulullah saw. memberitahu tentang kelebihan al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah saw. : Belajarlah kamu akan al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata al-Qur'an: "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari." 

Kemudian berkata orang yang pernah membaca al-Qur'an itu: "Adakah kamu al-Qur'an?" Lalu al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya: "Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab: "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari al-Qur'an."