Khasanah 1
Sebentar Lagi Seorang Penghuni Surga Akan Masuk!
Dari Anas
Bin Malik, suatu ketika Rasulullah saw. duduk di Masjid Nabawi dan
berbincang-bincang
dengan para sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda,
“Sebentar lagi seorang penghuni surga akan
masuk kemari!”
Semua mata
pun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para sahabat pun membayangkan seorang
yang luar biasa. “Penghuni surga, penghuni surga.” Demikian gumam mereka.
Beberapa
saat kemudian, masuklah seorang pria dengan air wudhu yang masih
membasahi
wajahnya. Apakah gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat
jaminan
surga? Tidak seorang pun yang berani bertanya, walau semua sahabat merindukan jawabannya.
Keesokan
harinya, peristiwa semula terulang kembali. Bahkan, pada hari ketiga pun
terjadi hal
yang demikian.
‘Abdullah,
putra Gubernur Pertama di Mesir: ‘Amr bin al-‘Ash, tidak tahan lagi,
meski ia
tidak berani dan khawatir mendapat jawaban yang tidak memuaskannya. Maka,
timbullah suatu ide dalam benaknya. Dia pun mendatangi si penghuni surga sambil
berkata,
“Wahai saudaraku! Telah terjadi kesalahpahaman
antara aku dan orang tuaku. Karenaitu, dapatkah aku menumpang di rumahmu selama
tiga hari?”
“Tentu,
tentu,” jawab si penghuni surga yang ternyata seorang Anṡar bernama
Sa’ad bin
‘Amr bin al-‘Ash. Setelah memperhatikan, mencermati, bahkan mengintip si penghuni
surga, ternyata, tak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang
dilakukan si penghuni surga. Tidak ada ṡalatmalam, tidak ada pula puasa sunah. Ia
bahkan tidur dengan nyenyak hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang
sesekali ia
menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.
Pada siang
hari, si penghuni surga berkerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya
orang yang ke pasar.
“Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau
yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya,” demikian gumam
’Abdullah bin ‘Amr.
“Apa yang
engkau lihat, itulah saya!” jawab si penghuni surga.
Dengan rasa
kecewa, ‘Abdullah bin ‘Amr bermaksud kembali ke rumah, tetapi tiba-tiba
tangannya dipegang oleh sang penghuni surga seraya berkata, “Apa yang engkau lihat,
itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, saya tidak pernah merasa iri
terhadap
seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Swt. Tidak pernah pula saya berdusta
dalam melakukan segala kegiatan saya!” (HR. Ahmad)
(Diambil dari: Mutiara Akhlak Rasulullah saw. Ahmad
Rofi’ Usmani)
Khasanah 2
Khasanah 2
Al-Qur'an Sebagai Pembela Di Hari Akhirat
Telah bersabda Rasulullah saw. : Belajarlah kamu akan al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata al-Qur'an: "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca al-Qur'an itu: "Adakah kamu al-Qur'an?" Lalu al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya: "Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab: "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari al-Qur'an."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar